Bab 160: Doa Orang Tua

1002 Kata

“Kak Azka mau ikut Mama atau Papa berangkatnya?” tawar Ayu pagi itu saat mereka sarapan bersama. “Sama Papa aja, Ma. Papa berangkat lebih pagi kan?” “Iya. Bilang Rayhan suruh cepet," jawab Elang. “Aku sama Mama aja,” tolak Rayhan karena ayahnya akan berangkat lebih pagi. “Mama ngantar Naufal sama Tegar,” kata Elang. “Kan satu sekolah mereka. Aku kalau berangkat sama Kak Azka kepagien, Pa. Dikira mau nyapu sekolahan.” “Kepagian gimana. Kamu sampai sekolah sudah jam setengah tujuh lebih lho, Ray. Jangan kebanyakan alasan. Gak kasian Mama nganterin anak tiga?” kata Elang. “Iya deh. Segitunya belain istrinya.” “Ya namanya istri jelas wajib dibelain. Kamu besok juga gitu.” “Tuh, Ma, Papa lho yang mulai bahas istri. Aku masih SMP lho, Pa.” “Susah perasaan Papa ngomong sama kamu. Ada aj

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN