Bab 156: Anak Istimewa

1321 Kata

Sebelum kembali ke Jogja, Ayu akhirnya memutuskan untuk mampir ke rumah mantan suaminya diantar Elang dan ibunya. Keempat anaknya sedang asyik main di kandang bersama kakeknya. Rumah itu terlihat sepi. Ada sebuah warung kecil di depan yang sepertinya sedang tak beroperasi. Beberapa bagian dinding rumah mungkin terlihat kusam karena cat yang tak pernah diperbarui. Tapi rumah itu terlihat lebih asri dengan beberapa tanaman. “Assalamualaikum,” mereka memberi salam. “Waalaikumussalam. Masuk saja,” terdengar jawaban dari dalam yang tak terlalu jauh sumber suaranya. Ayu berpandangan dengan Elang dan ibunya, tapi kemudian mereka masuk ke dalam rumah yang pintunya sudah terbuka. “Ummi?” Ayu mencium tangan perempuan yang terlihat jauh lebih tua dibandingkan dengan ibu Ayu itu. “Kaki Ummi lagi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN