“Dokter,” panggil Ayu saat mobil Elang sudah melewati ringroad timur dan masuk ke jalan arah Wonosari. “Bisa enggak kamu panggil Elang aja? Kita sudah gak ada relasi kerja lho, Yu.” Ayu menggeleng. Jika tidak memanggilnya Dokter, lalu dia harus memanggilnya apa. “Dokter gak perlu antar saya sampai rumah. Nanti Dokter Elang kejauhan pulangnya.” “Udah nanggung.” “Putar arah belum terlalu jauh, Dok.” “Sama kamu sekalian?” “Eh enggak gitu.” Ayu akhirnya terdiam. Begitu juga Elang. Rasanya begitu canggung bagi keduanya. Mereka sudah tak pernah berkomunikasi lagi sejak Elang tak lagi di puskesmas. Pertemuan terakhir mereka adalah saat pernikahan Zara. Itu pun tak ada obrolan intim, hanya sekedar bertanya kabar saja. “Pasien darurat apa semalem?” tanya Elang. “Jatuh pingsan. Hanya puny

