Ayu turun dari ojek motor tepat saat sebuah mobil juga merapat di depan puskesmas. Ia menyerahkan uang, dan menganggukkan kepala mengucapkan terimakasih sebelum masuk ke dalam. “Itu Ayu bukan sih?” tanya seorang laki-laki yang berada di balik kemudi. “Kayaknya iya deh, Mas. Tapi kok tumben naik ojek. Masa dari rumahnya naik ojek.” “Mungkin pakai bus umum lalu nyambung ojek.” “Oh iya, juga. Nanti aku dijemput ya pulangnya. Jangan pakai motor, Mas.” Elang mencibir. Reta tertawa riang turun dari mobil kakaknya. Wajahnya begitu sumringah, meski kakinya terpincang. Semalam ia terjatuh dari motor saat hendak membeli sesuatu. Tak ada yang luka yang serius memang, hanya beberapa memar yang membuatnya nyeri. “Ciye…ciye yang udah dapet tanggal pernikahan, cerah bener wajahnya calon pengantin,”

