Bab 178: Kepergian

1162 Kata

Ali tiba di rumah sakit saat hari sudah malam dan jam besuk sudah lewat. Dia nyaris saja tidak diperbolehkan masuk jika saja Nisa tidak keluar. “Mas Ali,” Nisa memeluk kakaknya, membuat Ali menjadi cemas. “Bagaimana Ummi?” Nisa tak menjawab. Dia hanya diam sembari membawa kakaknya ke ruangan ICU, melobi perawat agar kakaknya diijinkan masuk untuk menengok ibu mereka. Nisa bahkan tak menyadari, jika kakaknya datang sendirian hanya dengan membawa tas ransel. Ia baru menyadarinya saat duduk termenung di ruang tunggu dan memperhatikan sebuah tas yang tergeletak di dekatnya. Ali menggenggam tangan ibunya yang kurus. Menatap wajah yang dulu kerap menatapnya dengan cemas setiap kali ia terlambat pulang. Beberapa alat terpasang di tubuh renta itu. Ibunya, terlihat jauh lebih tua dan lemah. H

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN