Ayu sedang bersiap berangkat saat teleponnya berdering. “Mama, Yang, mungkin penting,” Elang mengulurkan ponsel istrinya. “Assalamualaikum. Iya, Ma.” “Waalaikumussalam. Ayu, Ummi ndak ada.” “Ndak ada gimana?” “Sudah dipanggil Allah tadi sekitar jam enam.” “Inna lillahi wa inna illaihi rojiun.” “Kamu dateng ya, kalau bisa. Bawa anak-anak.” Ayu menutup teleponnya dan menatap suaminya. “Siapa? Ummi?” tanya Elang memastikan. “Iya.” “Ya sudah kita ke sana dulu saja. Kamu telepon sekolah anak-anak sambil jalan.” “Mas Elang gak ada jadwal operasi?” “Ada. Nanti jam sebelas. Cukup kok kalau kita ke sana dulu.” Ayu terlihat ragu. “Aku antar kalian ke sana. Nanti aku pulang duluan gak apa-apa. Yang penting anak-anak ada di sana untuk membantu mengurus nenek mereka.” Ayu akhirnya meng

