“Nduk, kenapa?” Bu Halimah keluar karena mendengar suara keras. Dilihatnya sebuah sepeda motor meninggalkan rumah dengan dikendarai dua orang laki-laki berboncengan. “Gak apa-apa,Ma. Eyangnya anak-anak mau menitipkan Salim tinggal di rumah selama PKL di Jogja.” “Lalu?” “Ayu tolak.” Bu Halimah mengangguk mengerti. Meski beliau sedikit heran, tak biasanya Ayu menolak permintaan keluarga suaminya, yang sekarang sudah jadi mantan, ketika mereka meminta bantuannya. Mereka masuk ke dalam dan duduk di depan televisi. Tegar direbahkan di kasur lantai dengan televisi menyala menayangkan acara talkshow. Bu Halimah sambil mengupas bawah untuk dijadikannya bumbu dasar, sementara Ayu menatap acara televisi. “Nanti kalau ada omongan yang gak enak, gak usah dipikirkan. Sekarang yang perlu kamu piki

