Bab 81: Terlahir Kembali

1119 Kata

Ayu seakan hidup lagi. Tawanya lebih lepas. Matanya lebih bersinar. Ia terlihat begitu bahagia bersama anak-anaknya di taman bermain. Kedua orang tuanya duduk bersama Tegar di pinggiran. Mereka begitu senang melihat Ayu bersama ketiga orang putranya. Tegar tampak mulai gelisah karena hanya menonton kakak-kakaknya bermain bersama ibunya sementara ia hanya ditidurkan di tempat eyangnya duduk. “Kamu kenapa? Mau main sama kakak-kakakmu? Nanti dong kalau sudah bisa jalan,” ucap neneknya. Tegar mencebik, kemudian mulai menangis. “Lah malah nangis.” “Ayo sama Yangkung. Kamu udah tambah berat,” kakeknya akhirnya mengangkat tubuh gempal cucu bungsunya itu. Ayu yang mendengar tangisan Tegar, menengok. “Naufal, istirahat dulu yuk. Adiknya nangis tuh,” ajak Ayu pada Naufal. Naufal mengikuti ara

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN