Bab 62: Menunggu Putusan

1331 Kata

Elang baru keluar dari ruang operasi saat Endra menelponnya. “Kenapa?” “Ketemu yuk. Aku perlu ngobrol sama kamu. Penting, Lang.” “Aku baru selesai operasi.” “Aku samperi ke rumah sakit. Coffee shop depan sana ya,” kata Endra lalu memutuskan sambungan. Elang mengumpat. Saudara sepupunya itu memang keterlaluan, kerap sesukanya sendiri ketika janjian. Elang mengganti bajunya kemudian mencuci mukanya sebelum keluar menuju kafe tempat ia dan Endra beberapa bertemu di coffee shop di sudut rumah sakit. Endra sudah sampai terlebih dahulu dan sudah ada dua cangkir americano yang masih mengepulkan uap panas. Endra hanya nyengir melihat wajah lelah sepupu sekaligus sahabatnya itu. “Kusut amat. Sudah butuh nikah kayaknya tuh,” kata Endra terkekeh. Elang mengambil cangkir kopinya dan menyeruputn

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN