Tak seorang pun merencanakan sebuah perpisahan dalam biduk rumah tangga yang mereka bangun. Berharap pernikahan itu menjadi sekali seumur hidup, menua bersama dan saling menguatkan. Tetapi ketika masanya tiba jodoh itu berakhir di usia yang begitu muda, ada kosong yang tiba-tiba hadir. Di ruang sidang, Ayu duduk didampingi ayahnya dan Endra selaku pengacaranya. Tatapannya sendu. Wajahnya menyiratkan duka dan kehilangan. Di layar monitor, tampak Ali dengan wajah jauh lebih kusut dari istrinya. Tatapannya tertuju pada Ayu. Berharap ada keajaiban yang membuat istrinya memaafkannya. Tapi satu hal yang ia doakan beberapa waktu terakhir ini, kebahagiaan Ayu. “Ayu, jika melepasmu bisa memberikan kamu kesempatan untuk lebih berbahagia, maka akan aku lakukan. Tapi aku mohon, berbahagialah. Maaf

