Ali sampai kembali di rumahnya setelah beberapa bulan ia pergi untuk bekerja. Adeeva yang sedang bermain di depan menatapnya sesaat sebelum berlari ke dalam pelukan laki-laki itu. Tawa tulus bocah perempuan itu membuat Ali ikut tertawa senang. “Abi,” Adeeva mengelus wajah ayahnya dengan sayang. “Iya. Abi pulang buat Diva,” Ali tersenyum. Diva tertawa senang. Ia melingkarkan tangan mungilnya pada leher ayahnya. “Kamu senang Abi pulang?” tanya Ali terharu. Tak ada yang pernah memeluknya seperti Diva. Tidak juga keempat anak lelakinya. “Senang sekali.” Hari masih pagi saat Ali sampai di rumahnya. Dini hari tadi ia sudah sampai di stasiun Jogja, hanya saja ia menunggu pagi untuk ke rumahnya. Menunggu ada bus yang naik ke Gunung Kidul. “Kok kamu main sendirian di depan? Ummimu kemana?”

