Bab 175: Tak Sehebat Kakak

1014 Kata

Ayu sedang menyiangi tanaman yang layu pagi itu saat Rayhan mendekatinya dan mengikuti apa yang dilakukannya. “Gak berangkat latihan karate?” tanya Ayu. “Enggak.” “Kata Papa sebentar lagi kamu bisa sabuk hitam.” “Iya sih.” “Kok gak latihan lagi? Mau pindah tempat latihan?” “Enggak. Aku masih lama ujian kenaikan tingkatnya lagi.” “Tapi bukan berarti berhenti latihan kan?” “Ma, aku kalau gak bisa masuk SMA favorit gak apa-apa kan?” “Kenapa tanya begitu?” “Aku kan gak sepintar Kak Azka.” “Tapi kamu kan juga punya prestasi tingkat provinsi.” “Kan cuma karate aja, Ma.” “Karate juga bagus. Renang juga kamu punya medali juara.” “Masuk sekolah yang biasa aja deh, Ma, biar aku gak ketinggalan tugas kalau ikut lomba.” “Yakin? Gak sayang nanti kalau sebetulnya bisa masuk SMA yang lebih

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN