“Yang, liburan yuk. Berdua aja,” pinta Elang saat menemani Ayu berbelanja di supermarket. Elang mendorong keranjang belanjaan, sementara Ayu mengambil barang-barang yang dibutuhkannya sambil membuka catatan di ponselnya. Mereka hanya pergi berdua sore itu, karena anak-anak memiliki jadwal lesnya masing-masing. “Ke mana?” “Kamu pingin kemana, Yang?” Ayu menatap Elang sejenak. “Mas Elang pingin ajak aku ke mana?” “Tapi kamu mau kan berdua aja?” Ayu tersenyum. Ia tahu, mereka jarang memiliki waktu berdua saja. Anak-anaknya seakan menjadi paket lengkap yang harus Elang bawa setiap saat. Ayu menyadari sepenuhnya, Elang sudah memberikan banyak hal padanya. Dukungan, kepercayaan, cinta, dan semua yang ia dan anak-anaknya butuhkan untuk tumbuh lebih baik. Sementara ia sendiri belum bisa me

