Ayu tersenyum lebar melihat putra keduanya keluar dari kamar dengan seragam putih abu-abunya. Sejak menggunakan seragam tersebut, Rayhan terlihat lebih tampan dan lebih dewasa di mata Ayu. Pesonanya sebagai sosok pemuda lebih terkesan. “Ganteng ya, Ma?” tanya Rayhan berbangga diri. “Iya. Tapi Mama jadi merasa semakin tua saja ya, melihat anak Mama udah jadi pemuda gini.” “Masi muda dan cantik kok. Tua itu kalau sudah nenek-nenek yang cucunya udah besar-besar,” kata Rayhan. “Kayak Eyang maksudmu?” sambung ibu Ayu yang kebetulan sedang menginap di rumah putrinya itu. Mereka duduk di meja makan untuk sarapan bersama. Rayhan tertawa. “Memang Eyang merasa masih muda?” “Untung aja cucu Eyang, jadi gak Eyang pelintir telinganya. Kalau ngomong suka bener aja nih anak.” “Papa tumben pakai b

