Bab 74: Firasat

1033 Kata

Praaaang. Gelas itu tiba-tiba meluncur turun dari tangan Ali. Tangannya mendadak kaku. Genggamannya terlepas begitu saja tanpa sebab. “Kenapa kamu?” tanya seorang kawan yang kebetulan melihat. Ali menggeleng. Ia pun tak mengerti bagaimana gelas itu tiba-tiba meluncur lepas dari genggamannya. Ia berjongkok untuk membersihkan serpihan gelas yang pecah berserakan itu. Entah ada apa dengan tangannya. Tiba-tiba saja benda itu meluncur turun. Tangannya bersih. Tak licin. Begitu juga dengan gelas tersebut. Tapi genggamannya mendadak kaku. Ia membuang serpihan itu di tempat sampah, kemudian duduk termenung. Pikirannya mendadak tak tenang. Jantungnya berdegup lebih kencang. Ia teringat anak dan istrinya. Keluarganya. Dia mengeluarkan ponselnya hendak menghubungi anak-anaknya. Satu kali. Dua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN