Bab 101: Panggilan Tengah Malam

1182 Kata

Pintu kamar Ayu diketuk. Suara ayahnya terdengar panik. “Papa kenapa?” Ayu mengucek matanya. “Bu Pono telepon Mamamu, nangis-nangis. Katanya suaminya jatuh dan pingsan.” “Hah? Suruh bawa IGD langsung, Pa. Abi kan punya riwayat hipertensi. Kita nyusul ke rumah sakit aja.” “Mobilnya gak ada katanya.” “Bentar Ayu ambil jaket.” Ayu mengambil jaketnya menutupi atas piyamanya yang lengan pendek. Ia menyambar ponsel dan tas berisi peralatannya. “Mama, Ayu titip Tegar ya.” “Papa yang nyetir, Nduk. Tensinya katanya tinggi terus,” ucap Pak Rohmat. “Papa tahu darimana?” Ayu duduk di sisi ayahnya. “Ada yang cerita. Katanya sering sakit sejak di rawat. Tensinya tinggi terus. Anaknya di rumah gak ada yang kerja.” “Bukannya Salim sudah lulus sekolah ya, Pa?” “Iya. Tapi belum kerja. Kumpul, nong

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN