Ayu baru akan beranjak ke ruang periksa untuk memulai pekerjaannya saat Reta masuk ke ruangannya dengan wajah khawatir. “Dok, maaf, Mas Elang barusan telepon.” “Telepon kamu kan?” “Iya. Suami dokter katanya ada di apartemen.” Ayu menghela napas. “Menurutmu, kalau aku ke sana sekarang, aku akan jadi dokter yang menelantarkan pasien tidak?” Reta ikut menghela napas. Betapa sempurna pilihan waktu yang diambil suami Dokter Ayu. “Mas Elang bilang, dia sudah suruh satu dokter residen untuk membantu menggantikan.” Ayu terdiam. Dia masih belum mengerti alasan Elang membantunya. Meski tak pernah mengatakan apapun pada Ayu, jelas Elang ikut mengatur dan memanfaatkan kekuasaannya. “Kakakmu punya dokter residen?” Reta menggedikkan bahu. Ia tak tahu apa saja yang dikerjakan kakaknya di rumah sa

