“Mas aku tuh udah kebanyakan mikir anak-anak. Rasanya aku udah gak sanggup mikir buku-buku tebal dan stase-stase yang banyak itu.” “Kan ada aku sekarang. Kita pikirin bareng semuanya.” “Boleh nanti aja kan?” Elang menggeleng. “Usiamu keburu expired.” Ayu cemberut. “Ya gak apa-apa aku jadi dokter umum aja.” “Kamu gak pingin lihat anak-anak begitu bangga Mamanya mau berjuang untuk meningkatkan pendidikannya meskipun dengan semua kerepotan yang dimiliki?” Ayu menghela napas. Siapa yang tak ingin? Tentu saja ia ingin membuat anak-anak dan terutama kedua orang tuanya bangga setelah semua drama dalam hidupnya. “Aku yang akan carikan rekomendasi buat kamu. Kamu pingin ambil apa?” “Tapi Mas, biayanya gak sedikit. Belum lagi sekolah anak-anak.” “Papa udah sediakan budget buat kamu. Kamu ti

