“Kok ikut keluar?” tanya Elang pada Azka. “Mau temenin Om.” “Om mau ambil peralatan dan obat buat ganti perban Mama.” “Aku ikut boleh kan, Om?” “Ikut aja.” Azka memang selalu tertarik dengan apa saja yang dilakukan seorang dokter. Jika ikut ibunya praktek, maka ia paling perhatian merekam semua tindakan dan ucapan ibunya. Entah dia mengerti atau tidak. Tapi ia mengingatnya dengan sangat baik. Seperti sekarang saat ia mengikuti Elang yang ke nurse station dan meminta disediakan beberapa obat dan peralatan yang dibutuhkannya. “Nanti saya antarkan semuanya, Dok.” “Saya butuh sekarang,” ucap Elang tegas. Perawat yang bertugas segera bergerak mengambil yang dibutuhkan Elang. Dokter tampan ini terkenal tak kenal kompromi pada mereka yang lambat bekerja. Semua harus serba cepat dan akur

