Bab 77: Om Elang

1180 Kata

“Tante, tolonglah aku kali ini. Aku beneran lupa kalau ini hari Minggu. Aku sudah telanjur janji untuk konseling hari ini,” pinta Elang melalui sambungan telepon. “Terus siapa yang bayar Tante kalau rumah sakit menolak klaimnya?” “Aku yang bayar. Tante mau berapa? Aku transfer sekarang deh.” Terdengar tawa di sana. “Mencurigakan syekali. Kamu gak pernah gini lho, Lang.” “Ck. Aku udah keburu janji, Tan. Dia dokter di puskesmasku.” “Pasti cantik kan?” “Memang ada perempuan ganteng.” Kembali terdengar tawa di ujung sana. “Jam sepuluhan ya, Tante usahain ke sana.” “Oke. Thanks ya, Tan.” Elang menutup teleponnya setelah Tantenya mengakhiri pembicaraan. Ia lantas keluar untuk sarapan terlebih dahulu. “Tumben. Mau kemana? Mama kira kamu lagi olahraga.” “Ke rumah sakit,” jawab Elang eng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN