Ayu menghentikan kendaraannya di ujung jalan Wonosari yang bertemu dengan jalan lingkar, tempat ia dan Elang kerap berpisah. Elang memang beberapa kali memaksa bertemu meski hanya sekedar makan siang bersama untuk kemudian mengantar Ayu sampai tempat tersebut. “Mas, nunggu apa? Aku sekarang harus buka praktek di rumah lho,” ucap Ayu. Elang menghela napas. Ia baru menyelesaikan operasi besar tadi saat membaca pesan Ayu akan ke rumah lamanya. Dan mengingat peristiwa dulu, Elang memaksa ikut. Dia menatap Ayu, lalu mengeluarkan sesuatu dari saku celananya. Menarik satu tangan Ayu, dan menyematkan sesuatu di jarinya yang polos. “Menikahlah denganku, dan ambillah spesialis setelah itu. Aku akan dampingi kamu sampai menyelesaikan spesialismu dan mengurus anak-anak hingga mereka dewasa. Pikirk

