Tidak tahan dan rasa takut yang tidak dapat terbendung. Clark berjongkok di depan ruangan. Tatapan mata yang kosong, disertai pikiran yang terarah kepada wanita di dalam sana. Semua hal yang mereka lalui bersama, setiap senyuman yang Valerie berikan untuknya. Bahkan, air matanya juga. Semua itu terlintas dengan sangat jelas, di dalam kepala Clark. "Bagaimana ini?? Bagaimana bila terjadi sesuatu dengannya??" ucap Clark yang kini mulai menyadari. Seberapapun ia kecewa, tapi tidak menyurutkan perasaan sayangnya terhadap Valerie. Ia tidak bisa membuang rasa itu jauh-jauh. Rasa itu sudah terlanjur melekat dengan erat. Tidak dapat terlepas dan tidak mau ia lepaskan begitu saja. Sedang tenggelam di setiap waktu yang ia lewati bersama valerie. Pintu ruangan tiba-tiba saja terbuka. Clark cepat-c

