Warning! Mobil hitam itu melambat memasuki carport, mesinnya menderu pelan sebelum mati. Lampu depan padam, meninggalkan halaman dalam kegelapan yang hanya diterangi lampu-lampu taman. Raymond melepas sabuk pengaman dengan gerakan malas. Jarinya sedikit kaku, bukan karena dingin, tapi karena wiski terakhir yang masih terasa hangat di tenggorokannya. Ia tidak mabuk. Tidak sepenuhnya. Matanya masih jernih, langkahnya masih tegap, tapi ada sesuatu di kepalanya yang terasa seperti kabut—kabut yang membuat segalanya terlihat sedikit buram, sedikit tidak nyata. Ia keluar dari mobil, membanting pintu lebih keras dari yang ia duga. Suara itu bergema di carport yang sunyi, memantul dari dinding-dinding beton, lalu menghilang. Langkahnya membawanya menyusuri lorang menuju kamar utama. Lampu-lamp

