Tiga hari telah berlalu sejak mereka pertama kali menginjakkan kaki di rumah tua di ujung Oak Avenue. Rumah itu kini mulai menunjukkan tanda-tanda kehidupan, tirai tipis berwarna krem sudah tergantung di jendela ruang tamu, keset anyaman baru terhampar di teras kayu, dan dari cerobong asap, kepulan tipis naik ke langit biru setiap pagi saat Sherry memasak sarapan. Mereka membeli barang-barang secara perlahan, tidak terburu-buru. Sherry belajar untuk berhemat, setiap uang yang keluar harus diperhitungkan, karena amplop coklat itu, meskipun tebal, tidak akan bertahan selamanya. Ada kebutuhan yang tidak bisa ditawar, ranjang bekas dari toko loak di pusat kota, kasur tipis yang masih cukup nyaman setelah dilapisi selimut, dan lemari kayu jati tua dari tetangga sebelah yang sedang merenovasi r

