"Bibi, kuperingatkan sekali lagi. Jangan pernah berniat mencelakai istriku lagi ke depannya. Jika sampai kau merani menyuruh orang untuk melakukan itu, maka akan kupastikan Arthur yang akan mendapat balasannya." Ketika mendengar nama anaknya ikut disebut, mata Bibi Christian langsung menyala. "Aku juga akan mengirim Ava ke tempat yang jauh, di mana tidak ada yang bisa menemukannya. Kupastikan kau tidak akan pernah bisa bertemu dengannya lagi." Ketika mendengar itu, Bibi Christian seketika menggertakkan gigi dengan mata memerah. "Christian, beraninya kau mengancamku menggunakan mereka." Christian menatap bibinya dari balik kaca pembatas dengan wajah tenang, kemudian berkata, "Kau saja berani mencelakai istriku, kenapa aku tidak? Aku bisa bersikap lebih kejam darimu jika sudah menyangkut

