Raut wajah Tuan Vano tampak sumringah setelah mendengar itu. Namun, berubah serius setelah beberapa detik kemudian. "Christian, menurutmu, berapa harga yang pantas kau berikan untuk nyawa istrimu?" Christian tidak langsung menjawab, melainkan menatap Tuan Vano tanpa ekspresi selama berapa saat. "Tuan Vano, kau membuat kesalahan besar dengan menanyakan itu." Ketika melihat ada kilatan cahaya di manik hitam Christian, nyali Tuan Vano tiba-tiba menciut. Namun, karena sudah terlanjur mengatakan itu, dia berusaha untuk tetap terlihat berani. "Christian, jangan salah paham dulu. Aku hanya ingin Tiffany mendapatkan kompensasi yang sesuai. Kau tahu sendiri, aku membesarkannya dengan kemewahan dan juga uang yang sudah kukeluarkan untuk membesarkannya tidaklah sedikit." Padahal, selama ini uang

