"Aku mewakili Ava meminta maaf atas tindakannya yang hampir mencelakai anak dalam kandunganmu. Ke depannya, aku akan lebih tegas padanya. Aku sudah memarahinya dengan keras. Dia tidak akan berani melakukan itu lagi." "Ya. Kulihat, dia juga sudah sedikit berubah. Jangan terlalu keras padanya, dia sepertinya sangat terpukul saat ini," ujar Aileen dengan lembut, "Mengenai ibumu, aku turut—" "Masalah ibuku, tidak perlu kau pikirkan. Dia memang pantas mendapatkannya. Aku bahkan terlalu malu untuk mengakuinya sebagai ibuku." Karena sudah terlalu lama berada di kamar Aileen. Arthur segera berpamitan padanya. Dia tidak mau mengganggu Aileen lebih lama lagi. Lagi pula, dia sudah mengetahui kondisi kehamilan Aileen baik-baik saja. Jadi, dia sudah tenang. Saat Arthur melangkah masuk ke lift sebel

