Siang itu, suasana kantor Global Maritim cukup padat. Deru printer dan suara ketikan di keyboard bercampur menjadi satu irama monoton yang biasa didengar Evana setiap hari. Wanita itu tengah serius memeriksa laporan di layar komputernya ketika nada dering ponselnya tiba-tiba memecah konsentrasi. Nama di layar membuatnya spontan tersenyum; Mom Amara. Dengan cepat Evana mengangkat panggilan itu. “Mom,” sapanya lembut. “Evana, sayang, apa kau sedang sibuk?” suara lembut tapi tegas itu terdengar dari seberang. Ada kehangatan di nada bicara Amara, seperti biasa. “Sedikit, Mom. Aku sedang menyelesaikan laporan. Ada apa, Mom?” tanya Evana sopan sambil meminimalkan jendela spreadsheet di layarnya. “Aku ingin kau datang ke butik perhiasan yang waktu lalu Mom tunjukkan. Hari ini mereka mengelu

