73. Bisa-bisanya seorang Elvano Demian Tergila-gila Pada Perempuan

1767 Kata

Seorang OB kembali datang menghampiri meja Evana dengan langkah cepat dan wajah agak tegang. “Nyonya,” ucapnya pelan, “saya diminta untuk mengambil bunga tadi.” Evana yang sejak tadi menatap layar komputer dengan fokus setengah hati langsung mendongak. Ia mengangguk cepat, seolah ingin urusan itu segera selesai. “Oh iya. Silakan dibawa.” Tanpa bertanya lebih lanjut, OB itu mengangkat rangkaian bunga dari atas meja Evana dan segera pergi. Beberapa pasang mata di ruangan itu mengikuti kepergian bunga tersebut dengan ekspresi penasaran. “Loh?” Kiki mengernyit. “Kok bunganya diambil lagi?” Evana tersenyum tipis. “Salah kirim katanya.” “Ah, sayang banget. Cantik padahal.” Evana hanya mengangguk, lalu kembali menunduk menatap layar. Jari-jarinya bergerak di atas keyboard, tapi pikirannya

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN