Bab 110. Dalam Putus Asa

1528 Kata

Siang itu, matahari bersinar terik, seolah ikut merayakan kabar baik yang datang bertubi-tubi. Firdaus memarkirkan mobilnya di lobi rumah sakit dengan perasaan yang jauh lebih ringan. Sang istri yang duduk di sebelahnya tersenyum manis saat pandangan mereka bertemu, meski wajah cantik itu masih menyisakan pucat yang samar. "Kamu yakin kuat jalan, Sayang? Atau mau aku mintain kursi roda lagi kayak kemarin?" tanya Firdaus protektif saat membukakan pintu mobil. Aura menggeleng pelan sambil menggandeng lengan suaminya. "Nggak usah ah, Mas. Aku kuat kok. Cuma jalan ke lift doang. Lagian dokter bilang aku harus banyak gerak biar nanti pemulihannya cepat." "Ya udah kalau gitu, nanti kalau kamu capek bilang ya, jangan maksain!" "Siap, Mas. Nanti kalau aku capek, aku bakal ngerengek minta gen

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN