"Kau pikir ada yang berniat mencelakaiku?" tanya Aru, memecah keheningan dengan nada yang sarat akan cibiran tak percaya. Jevas tidak mengalihkan pandangannya dari layar tablet di tangannya, meski telinganya menangkap setiap suku kata istrinya dengan sempurna. "Di tanah kelahiranku sendiri?" Aru melanjutkan serangannya, melangkah mendekati sofa. "Di desa di mana kakekku membesarkan separuh dari penduduknya? Logikamu benar-benar cacat. Kau terlalu banyak menonton film horor atau thriller konspirasi." "Film thriller dibuat berdasarkan sisi tergelap dari realitas manusia, Arunaya," balas Jevas dengan bariton datar, jarinya menggeser layar tablet dengan santai. "Dan manusia... dimanapun mereka berada, memiliki kapasitas yang sama untuk berkhianat." Aru memutar bola matanya dengan jengah ya
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


