Kau Benar-benar menguji Kesabaranku, Aru!

1523 Kata

Aroma minyak kayu putih yang menyengat adalah hal pertama yang menarik Arunaya kembali dari kegelapan. Baunya begitu kuat, menusuk hidung, namun anehnya memberikan rasa aman yang purba. Diikuti oleh sensasi hangat di telapak tangan dan kakinya yang sedang dipijat perlahan. Aru mengerjap. Kelopak matanya terasa lengket dan berat. Cahaya lampu kamar yang temaram, berwarna kuning hangat dari bohlam vintage, perlahan membentuk bayangan ruangan yang ia kenal. Langit-langit kayu jati yang tinggi, kelambu putih yang menggantung, dan lemari antik di sudut ruangan. Kamar Nenek. "Non... Non sadar?" Suara itu terdengar panik, basah, dan gemetar. "Bisa dengar suara Mbok, Non?" Aru menoleh perlahan ke sisi kanan ranjang. Di sana, wajah tua Mbok Isah tampak sembab. Air mata membasahi pipi kerip

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN