Seperti Janjiku Semalam

4241 Kata

Di atas ranjang kayu berukir itu, Arunaya membeku. Jantungnya yang tadi berdegup oleh ritme gairah yang memabukkan, seketika berhenti satu ketukan. Permintaan suaminya sangat lugas, sangat berani, namun anehnya, diucapkan dengan sebuah kerentanan yang nyaris meruntuhkan seluruh akal sehat Aru. Jevas tidak menindihnya dengan paksa. Pria itu tidak merobek gaunnya. Jevas menahan seluruh insting binatangnya hanya untuk menanyakan kesediaan Aru. Aru memejamkan matanya sesaat, menarik udara dingin yang tiba-tiba terasa sangat minim. Saat ia membuka mata, ia menatap lurus ke dalam manik mata kelam Jevas yang berada hanya beberapa inci di atas wajahnya. "Bagaimana..." suara Aru bergetar pelan, ia harus menelan ludah sebelum melontarkan penolakannya. "Bagaimana kalau aku tidak mau?" Alis Jevas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN