Tiga hari telah berlalu sejak insiden di ruang tamu. Tiga hari di mana kediaman Mavendra berubah menjadi medan perang tak kasat mata. Tidak ada teriakan, tidak ada piring pecah, dan tidak ada drama air mata. Yang ada hanyalah kesunyian yang mencekam, sepadat beton yang memisahkan dua manusia di bawah satu atap. Sejak malam Aru meneriakkan kata "jijik", wanita itu berubah menjadi bayangan. Aru pergi sebelum matahari terbit, saat Jevas masih tertidur atau baru bersiap di kamar mandi. Aru pulang saat matahari masih tinggi, lalu langsung mengunci diri di kamar tamu. Makanan diantar ke depan pintu, dan piring kotor diletakkan kembali di luar tanpa interaksi dengan siapa pun, bahkan pelayan. Jevas? Pria itu menahan dirinya sekuat tenaga. Setiap kali ia melewati pintu kamar tamu yang terkunci

