kopi pagi dan dekapan hangat

1318 Kata

‎Semburat cahaya mentari pagi menyelinap malu-malu melalui celah ventilasi kayu, menerangi partikel debu yang menari di udara kamar yang masih beraroma gairah. Revan mengerang pelan, kelopak matanya terasa berat saat kesadarannya mulai terkumpul. Ia mencoba menggerakkan lengannya, namun terasa tertahan oleh beban yang hangat dan lembut di sisi kanan dan kirinya. ‎Revan menoleh perlahan. Di sana, di bawah selimut yang berantakan, Vita dan Cici masih terlelap sangat pulas. Mereka bertiga berada dalam kondisi tanpa sehelai benang pun, saling berpelukan mencari kehangatan sisa semalam. Vita menyandarkan kepalanya di bahu kanan Revan dengan senyum tipis yang puas, sementara Cici, sang adik kecil yang kini telah kehilangan kesuciannya, memeluk erat pinggang Revan seolah takut kakaknya itu akan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN