Langkah kaki Revan terasa ringan menyusuri jalanan Desa Ghadita yang mulai disengat matahari pagi. Ada rasa bangga dan puas yang membuncah di dadanya setelah menghabiskan waktu di rumah Andi. Akhirnya, benda hitam di sakunya itu bukan lagi sekadar barang mati yang membingungkan. Ia sudah tahu cara membuka kunci, mengirim pesan, bahkan cara masuk ke dunia internet. "Ternyata begini rasanya nggak gaptek lagi," gumam Revan pelan dengan senyum tipis yang terus menghiasi bibirnya. Bayangan ia akan pamer ilmu baru ini kepada Vita dan Cici membuatnya semakin semangat. Ia membayangkan betapa senangnya kedua adiknya itu saat ia tunjukkan cara menggunakan ponsel yang ia belikan tempo hari. Namun, suasana hatinya yang sedang berbunga-bunga itu mendadak buyar saat ia sampai di persimpangan jalan dek

