Pertemuan Astapura di Gudang Malik

2064 Kata

Malam di pinggiran Kota Astapura terasa gerah dan lembap. Suasana sunyi di jalan protokol mendadak pecah saat dua truk besar bermuatan penuh hasil bumi dari Desa Gadita membelok memasuki gerbang besi raksasa yang sudah terbuka lebar. Ban-ban besar itu melindas lantai beton gudang dengan suara gemuruh yang berat, menciptakan getaran yang terasa hingga ke pondasi bangunan. Lampu sorot merkuri yang tergantung di langit-langit gudang menyala terang, membiaskan cahaya putih kebiruan yang menyilaukan mata. Pak Minto menarik rem tangan dengan bunyi ceeeesss yang panjang, disusul oleh truk Mas Parto di belakangnya. Mesin diesel itu bergetar hebat sebelum akhirnya mati total, menyisakan suara desisan uap panas dari radiator. Revan menghela napas panjang, tangannya yang kekar mengusap keringat yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN