kontrak dan hasrat yang tersembunyi

1214 Kata

Lampu neon di dalam kantor kayu itu sesekali berkedip, menyisakan keremangan yang mencekam di antara tumpukan dokumen dan aroma kayu tua yang pengap. Udara dari mesin pendingin ruangan terasa kering, namun tak mampu mengusir kelembapan ghaib yang dibawa oleh sosok di balik punggung Revan. Di ruangan sempit itu, takdir sedang dipermainkan oleh tatapan mata yang penuh rahasia dan sentuhan ghaib yang membakar batin. Revan duduk dengan punggung tegak kaku, namun bahunya terasa sangat berat. Ayu, sang ratu yang haus akan gairah pemuda itu, sedang bermanja di sana. Jemari pucatnya yang selentik dahan pohon malam perlahan menelusuri garis rahang Revan, merambat turun ke leher, lalu dengan nakalnya menyelinap masuk ke balik kancing kemeja Revan. Tangan ghaib itu meraba d**a bidang Revan, terus tu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN