Alina menatap jendela mobil yang membawanya pergi dari mansion sang kakak, Alara. Hatinya terasa ringan untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan terakhir. Jalan-jalan yang dilewatinya tampak lebih indah dari biasanya, seolah-olah semuanya bersinar dengan warna-warna baru. Udara dingin malam itu terasa menenangkan, dan senyuman kecil terus menghiasi wajahnya. Di sebelahnya, Jacob menggenggam tangannya dengan hangat. Tatapan pria itu menenangkan kegelisahan yang sebelumnya bersarang di hati Alina. "Kau terlihat sangat bahagia hari ini," Jacob berkata, suaranya hangat seperti biasa. Alina mengangguk pelan. "Aku memang bahagia. Akhirnya, semua selesai. Lara ... dia memaafkanku." Nada suaranya sedikit gemetar saat menyebut nama kakaknya. "Aku tak pernah menyangka akan merasakan in

