Cahaya mentari sore menyusup masuk melalui celah tirai kamar yang setengah terbuka. Alara sedang berada di walk in closet-nya dan berdiri di depan lemari besar berwarna putih gading, tangannya dengan hati-hati melipat beberapa pakaian milikknya dan milik Elenio yang akan dibawanya untuk bulan madu. Sentuhan lembut kain sutra terasa dingin di jemarinya, namun pikirannya melayang jauh, membayangkan perjalanan romantis yang sudah Elenio rencanakan untuk mereka. Elenio ingin semuanya sempurna. Dari pilihan destinasi, akomodasi, hingga setiap detail pakaian yang akan Alara kenakan selama perjalanan itu. Pria itu benar-benar sosok yang mendominasi dalam segala hal, termasuk dalam mengatur kehidupan rumah tangga mereka. Dia sedikit lega karena Elenio kini sedang ada di perusahaannya, mengerja

