Kemarahan Alara

1022 Kata

"Pergi dari sini! Aku ingin sendirian!" Alara kembali berteriak pada Elenio. Elenio tak beranjak dari tempatnya. Kemudian Alara menarik tangannya dan mengusirnya dari kamar. Elenio hanya diam dan tak menepis tangan Alara. Hingga akhirnya, Alara menutup pintu dengan keras. BRAK!! Suara dentuman pintu yang tertutup keras menggema di seluruh sudut kamar. Alara berdiri di tengah ruangan dengan napas memburu, dadanya naik-turun menahan gejolak emosi yang mengamuk di dalam dirinya. Tangannya mengepal di sisi tubuh, bergetar hebat. Elenio berdiri di depan pintu yang baru saja ditutup dengan kasar itu, memandang ke arah pintu berwarna putih itu. Mata kelabunya yang biasanya begitu tenang kini tampak penuh kekhawatiran, seakan tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. “Baby, dengarkan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN