Jilid II - 102: Erosi Abrasi Semesta

1048 Kata

"Papa, mama bobok?" tanya Badai. Awan senyum. Dia mengangguk ke kamera saat mendengar putranya bicara. Yang mana saat ini mereka sedang video call-an. "Mamanya nggak boleh dibangunin, ya, Pa? Sebentar aja, Gegem kangen." Tampak jelas raut permohonan Gempa di sana. Di mana kepala Badai, Topan, dan Gempa bergantian muncul di layar. Kadang tiga-tiganya nongol, lalu tak jarang suara Rinai pun terdengar, meski entah di mana posisi putrinya. "Mama nyenyak banget boboknya, Gegem. Susah dibangunin," gumam Awan. Penuh makna tersirat, sendu tatapannya. Meski begitu dia tetap menjaga senyuman. Lalu tangan mungil Topan terulur, ingin menyentuh sosok mama yang tak teraba. "Mpan kangen mama, Pa." Segera Awan arahkan kamera ponselnya ke Nara. "Bobok mamanya," bisik Awan. Berkaca-kaca. Lalu menyu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN