Awan duduk diam, tatapannya tertuju pada lantai yang dia pijaki, sedang bahu Awan ditepuk oleh papi. Diusap-usap kemudian. Nggak tahu, Awan bingung mendeskripsikan. Bagaimana bisa seorang Nara yang notabene sudah 30-an usianya, terjatuh hingga kini dilarikan ke sebuah rumah sakit? Seakan tidak logis dalam pikiran Awan, mulanya, saat sebelum dia duduk di sini. Di depan ruang operasi. Awan membisu, seolah beku, lidah pun menjadi kelu. Pasalnya, Nara jatuh di kamar mandi. Yang kata Mama Naya, pulang dari mengajak Rinai bermain, Nara mampir di kediamannya. Tidak langsung pulang ke rumah Kakek Altarik yang Awan tempati. Ya, itu bukan masalah, jaraknya pun dekat dan Nara singgahnya juga di rumah orang tua sendiri. Lalu, Rinai buang air besar, katanya mau dicebokin di kamar mandi rumah mama. A

