"Dlen, dlen, dlen, dreeen ...." Terhenti. "Dren, dren!" Dilanjut lagi, mengerjap kemudian. "Drrren!" Yang berikutnya dia berdiri. Melempar motor-motoran sembarang ke tanah, kaki telanjangnya berlalu menginjak teras, lalu berteriak hebat. "MAMA! PAPA! MA, PA! GEGEM BISA NGOMONG ER! HUAAA! ER, ER, RRROBOT!" Ya, Gempa berdiri di depan papa yang baru saja keluar dari kamar mandi dekat dapur. Dia heboh laporan. Teramat senang. Sampai-sampai Gempa tidak sadar satu hal. "Ya Allah, ini jejak kaki siapa mungil-mungil?" Suara mama. Gempa lekas alih berlari ke sana. Dia teriak heboh part dua. "MA, MAMA! GEGEM UDAH BESAR! UDAH BISA NGOMONG ER ... ERRR!" Bahkan tanpa sadar, huruf S-nya juga mulai lugas disebut. Gempa jingkrak-jingkrak. Nara yang baru saja masuk rumah habis menyuapi Rinai samb

