Jilid II - 95: Tahu Bulat

1709 Kata

"Dia tidak cantik, Ma ...." "Dia tidak jelek, Ma ...." "Yang cedang-cedang caja ... acal cetia~" Bernada kala disuarakan oleh Badai, Topan ikut-ikutan, lalu disusul Gempa yang masih cadel huruf S-nya. Padahal usia mereka 5 tahunan, tetapi astagfirullah lagu yang dinyanyikannya begitu kekinian, lagu orang dewasa pula. Ah, efek Youtube. Efek t****k. Mereka jadi anak super milenial. Nara sudah tidak heran ketika mendengarnya, tidak kaget lagi. Itu sudah biasa, sejak usia kandungan Nara tiba di keempat bulannya, trio bencana jadi lebih dekat ke HP daripada ke mamanya. Ya, gimana gitu, ya. Sebab ketika trio bencana mendekat dan gelendotan di mama, papa selalu bilang: "Awas itu kena perut mama!" "Kalian berat, jangan nemplokin mama terus!" "Hati-hati kesenggol perut mama, ada dedeknya!

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN