Jilid II - 93: Ulang Tahun?

1011 Kata

Sehat itu mahal. Akhirnya setelah sekian waktu dilalui, Gempa sehat kembali. Dia sudah bisa lari-lari, ketawa ketiwi, lalu pergi ke sekolah lagi. Yang mana saat pulang, Gempa cerita. "Ndak cuka cama Elin, huh, nakal!" Gempa mendumal. Yang terus Nara dengarkan. Awan sedang di studio. Jujur, sebagai istri, kadang Nara punya pikiran untuk berpenghasilan juga. Ingin membantu perekonomian keluarga. Ya, meski keadaan uangnya memang tidak semiris itu, sih. Sebab dia lahir dari keluarga konglomerat. Catat, ya! Nara itu garis turunan entah keberapa dari keluarga Kesebelasan. Yang mana nyaris semua anggota memiliki bisnis dan usaha. Tapi, kan, tetap saja. Naranya, sih, misqueen. Dia cuma perempuan cerdas lulusan S2 yang tidak memanfaatkan ilmunya. Nara memilih jadi ibu rumah tangga dari empat an

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN