Jilid II - 92: Orang Tua

1602 Kata

Tiga hari sudah Nara di rumah dan Gempa di rumah sakit bersama Awan. Anak itu didiagnosa DBD, lalu katanya gejala tifus, hingga diagnosa akhir adalah yang kedua itu. Tifus. Nara selalu menangis saat Awan menelepon yang katanya Gempa kangen. Lalu di sana Gempa juga menangis. Nara tak bisa tahan laju air matanya, di sini, di rumah dia sambil menggendong Badai yang juga demam. Namun, dia disertai batuk pilek. Sudah berobat, konon tak separah Gempa, bukan tifus juga. Hanya saja, Badai ikutan lunglai. Topan sehat wal afiat untungnya. Rinai sering menangis dan diajak main oleh neneknya. Serius, Nara sampai bengkak matanya apalagi jika video call dengan Gempa. Sama sekali Nara tidak beranjak dari rumah, apalah daya, anak-anak lain tak mungkin dia tinggalkan meski ingin sekali mendampingi Gempa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN