“Ingat ya, Kak. Jangan suka godain suami. Kalian berdua harus puasa dulu untuk sementara waktu!” “Iya, Mama. Ya ampun, Mama ini sudah bilang begitu puluhan kali. Sampai hafal Malika.” Arina mendengkus ke arah putrinya yang sedang makan salad buah di atas sofa, sementara dirinya menata koper yang akan di bawa pergi Malika. “Sudah hafal tapi tetap saja di langgar!” serunya. “Namanya juga khilaf, Ma. Tapi, dedek bayi ngak kenapa-napa kok, Ma. Tenang saja, Ya.” “Meskipun tidak terjadi apa-apa, alangkah baiknya jangan di ulangi lagi, Kak.” “Iya, Mama Sayang. Ngak lagi-lagi kok.” “Mama serius, Kak.” “Hmm ... ngak percaya banget sama anak dan menantunya.” “Di rumah sini saja yang ada Mama, Papa dan Bibik bisa lupa kalau belum boleh melakukan hubungan suami istri, apalagi nanti waktu di r

