“Sayang, kenapa ngak mau turun. Kita sudah sampai rumah dari setengah jam yang lalu loh, mau sampai kapan duduk di mobil terus?” Malika masih asik makan camilan khusus untuknya yang di buatkan oleh Arina. Sepulangnya dari rumah sakit dia tetap tidak mau turun dari mobil karena masih kesal dengan sang suami, Nadhief benar-benar membuat semua orang yang ada di sana terpana dengan ketampanannya. Bukan salah Nadhief, tapi tetap dia yang terkena amukan istri tercintanya. Sepanjang periksa saja tidak ada suasana haru sama sekali karena untuk pertama kalinya bertemu dengan calon anak mereka. Malika bahkan mengatakan pada anaknya jika Nadhief sengaja bersikap sok ganteng pada semua wanita. “Sayangnya, Abang. Di gendong sama Abang ya, kasihan dedek bayi kalau terlalu lama duduk di mobil.” “Aban

