Bab.122 Nyawa Dibayar Nyawa

1212 Kata

Ibra membuang tongkat kastinya, lalu menarik sebilah pisau lipat dari sakunya. Bukan pisau kecil yang biasa dia bawa mana-mana itu, tapi ini lebih panjang dan mengkilat runcing. Dari tempatnya duduk, Satria menelan ludahnya kasar. Benar kata Bian, Ibra yang sekarang terlihat seperti monster haus darah. Raut wajah dingin dan sorot mata bengisnya terlihat begitu mengerikan. "Dini pergi karena jantungnya rusak tertancap patahan tulang iganya. Kamu sudah merenggut hidup orang yang tidak bersalah, b*****t!" teriaknya keras bersamaan dengan belati tajamnya yang menancap dalam di d**a kiri Yoga. Ibra sengaja menekannya kuat, lalu mencabutnya kasar. Darah menyembur keluar dari bekas luka menganga di d**a Yoga. Kedua mata Yoga melotot lebar, darah mengalir dari tubuhnya yang tergelantung lunglai

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN